Aku berjalan. AKU J-A-L-A-N J-A-L-A-NKini
Kudapati jalanku. jalanan penuh sesak manusia
Jalanan siapa? ya ini jalan ku
Jalanan milikku
Disana si Pulan memikul karung beras diatas pundaknya yang koyak
Memilah jalanan yang hampir tak lagi tersedia ruang
Itu disana, si janda memegangi gadis kecilnya yang Yatim
Bukan yatim karena ditinggal bapak mati berperang, bukan pula mati sekarat karena penyakit
Ya, memang saja yatim tak berbapak
Di ujung jalan itu, tukang buah berteriak meracau karena dagangannya tersenggol lalu berhamburan
Ah,Jalanku menjadi kacau. tak dapat lagi aku melangkah
kuputar kakiku, dan ah. tak lebih dari 1 inch saja ruang dibawah telapak kakiku
dan dalam sekejap jalanku buntu
jalanku BUNTU
kini aku terpaku di atas sebuah batu. batu yang kecil. sangat kecil
hingga tak dapat kugerakkan jari jemariku, karena sekali bergerak. Hap! aku akan jatuh
disekelilingku jurang. jurang terjal
pandanganku hanya bisa kedepan, pada apapun yang ada dihadapan
kupejamkan mata berharap burung gagak raksasa mencakarku dan menjadikanku santapan lezatnya
atau, petir luar biasa datang dan membelah tulang tengkorakku
jalanku buntu
kupejamkan mata, hanya gelap. di antara kegelapan ada sebuah titik putih
titik putih itu mendekat lebih dekat, hingga berhasil menyelimuti tubuhku dengan warnanya yang suci.
aku terbungkus cahaya putih
dijalanan buntu hidupku bertambah sesak
ohhhhh...
kini aku tersadar, jalanku bukannya buntu bukan juga penuh sesak
namun jalanku telah berakhir. dan titik putih itu adalah Tuhanku
Tuhan yang membawaku menuju perhitungan
Ciputat. 25 Maret 2014
AR~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar