satu-satu kakiku langkah
bergilir satu-satu kiri kanan berpijak kedepan
kemudian membentuk jarak sejauh kaki ku langkahkan
terus saja aku melangkah hingga impianku di depan sana telah dapat ku raih
diantara jarak yang tertempuh, terukir jelas goresan perjuangan
diantara jarak yang tertempuh, telah ada tanah yang basah terkena tetesan keringat
selalu kulihat impian itu di depan sana
semakin kulihat, semakin kuat kaki ini tuk melangkah
tak ingin ku menoleh ke belakang
karena jika kulihat sejarah itu, teriris rasanya
aku khawatir kakiku kelakkan lumpuh
aku khawatir tak dapat lagi melangkah menuju impianku disana
aku tak ingin menoleh ke belakang
karena,
pantang bagiku untuk pulang
Sukabumi, 16 Pebruari 2014
Anisa Rahayu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar