Sabtu, 23 Agustus 2014

Pemuda Tampan yang Tertunduk

skenario tentang kehidupan memanglah telah disusun oleh sang penciptabegitupun tentang harapan, kasih sayang dan tentu saja tentang cinta
ceritanya mengalir tanpa perintah, layaknya aliran air sebuah sungai kecil di Surya Kencana

izinkan aku kembali bernostalgia pada masa itu
dimana ceritaku sempat terhenti karena rasa bangga yang luar biasa
rasanya tak ingin aku kembali. karena disana teramat memesona mata
andai saja, kau dengar apa yang kuteriakan sesampainya dipuncak sana
maka teririslah

bercerita tentang skenario harapan, senyum iba tak sengaja terkembang
mungkin kau pernah berpikir, bahwasanya kau adalah pemenang
tapi lakonmu tak mendukung perwatakanmu diatas panggung drama
belajarlah menjadi pemeran utama, maka kau akan bahagia.

kemudian tentang skenario cinta,
ah..rasanya terlalu munafik bila aku harus tersenyum
tapi, tak sukar pula bila tawaku diperlukan
melihatnya bahagia, akupun turut berbangga
tapi kau? menunduk saja sebisanya.

wahai pemuda tampan, belajarlah menjadi pemeran utama maka kau akan bahagia

AR~

Sukabumi, 18 Juli 2014

0 komentar:

Posting Komentar

 
;