Angin dingin menyapa tak ada hentinya
Sapaannya membelai lembut apapun yang dapat dijamahnya
Apapun yang ada diluar dan di dalam
Dalam-dalam kuyakini bahwa ini adalah nikmat-Nya
Nikmat yang selayaknya disyukuri oleh manusia
Ah, lagi-lagi kuucapkan kata manusia
Ada apa dengan MANUSIA?
Semuanya dikuasai MANUSIA
Semuanya harus sesuai dengan pesanan MANUSIA
Hujan telah diberikan Tuhan
Karena Tuhan Mendengar banyak sawah kering dan petani merugi
Karena Tuhan mendengar doa ibu, yang sumurnya mengering tak ada air untuk minum
Tapi kini ternyata Tuhan salah mendengar doa MANUSIA
Manusia kedinginan, kini penyakit meraba jempol kaki hingga pening menyambut sela-sela rambut
Bukan sakit, karena hujan. Bukan sakit karena dingin. Tapi penyakit keserakahan
kini manusia kedinginan, hingga mengutuk hujan agar tak lagi datang
Ah. mungkinkah Tuhan salah mendengar doa manusia?
Sukabumi, 21 Januari 2014
Anisa Rahayu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar