Sabtu, 23 Agustus 2014

sejengkal mata saja

Ditengah rembulan, malam kembali menggoda. Cahayanya yang ranum membelai segala asa.
Terjerembab lagi terbuai itulah adanya.

Sayang, si empunya memiliki cinta tapi tak bertuan.
Menatap yang berlalu dikira cukuplah sudah.
Ketika kenangan tak lagi bermakna.
Ketika rasa tak lagi diperhitungkan.
Dan hadirnya hanyalah sekedar angan yang melayang.
Mari bersua sayang, meski hanya sejengkal mata tapi kuharap semua nyata.

Sukabumi, 22.37 ditengah rembulan penuh. 15 Ramadhan 1435H
AR~

0 komentar:

Posting Komentar

 
;