Kamis, 18 Juni 2015 0 komentar

Selamat Ulang Tahun

Dalam selaksa waktu yang bunda kisahkan, ada sepenggal cerita yang tak sempat saya buang.
Bayang-bayang api dari lilin warna-warni ditengah kue itu, berlenggok ke kiri dan ke kanan seolah ingin saling sapa dengan kawannnya namun tak cukup daya.
Hari itu, gaun merah jambu dengan renda membungkus tubuh kecil saya, lengkap dengan bandana dengan warna senada bertengger mesra di atas rambut saya yang tak begitu tebal. Riuh nyanyian do'a menggema ditengah ruangan persegi berukuran 8x8 meter lengkap dengan kursi dan bangku mini berwarna-warni, juga papan tulis kapur yang dihias kertas-kertas mengkilap yang melingkari tulisan "Selamat Ulang Tahun".
"cup" ciuman hangat mendarat sempurna pada kening saya, bahkan hangatnya masih terasa hingga hari ini, hari dimana saya berjumpa dengan hari yang sama setelah 15 tahun tak melihat raut wajah bunda.
Sungguh saya membenci kenangan yang tersisa, namun tak sanggup sama sekali saya mengacuhkannya, karena hanya penggalan kisah ini yang sayang sisakan.

Di Kamar kost
2 Ramadhan 1426 H
AR~
22.54 wib

Rabu, 17 Juni 2015 0 komentar

Saya Rindu Bung.

Dari seribu kasih yang saya tanam dalam dada, ada satu kasih yang lupa saya bawa pulang setelah perjalanan satu hari denganmu di tanah Jawa Timur, Bung. Sesungguhnya hari itu adalah pertama kalinya kita bertemu meski sudah tiga hari kita bersama. 
Entah apa yang sebenarnya menjalar dalam kita, tangan kita berpegang erat disana; kau menghangatkan.
Yang saya sadari sekarang ini sering kali bayang akan senyum manis milikmu itu datang begitu saja, genggamanmupun hadir mengisi jemari saya ketika saya dingin. Kau selalu hadir Bung; Saya menghadirkannya.
Ingin rasanya saya kembali pada hari itu, untuk saya ambil kasih yang tak sengaja saya tinggalkan diantara jejak kita disana, diantara jalanan malam lengang, diantara bukit-bukit, diantara savana. juga diantara kuda poni; gunung Bromo.
Saya ingin menggenapkannya menjadi seribu, menjadi bersamamu, menjadi akhir yang seharusnya; menjadi (kita).
Saya rindu bung!

Kamis, 17 Juni 2015
AR~
Selasa, 02 Juni 2015 0 komentar

Kopi Aroma Rindu

Bukan melulu soal bertahan atau terlalu cinta
namun soal ketidakjelasan Tuan. Hadirnya tuan yang sekejap datang lalu pergi menghilang
(begitu seterusnya)
Sejujurnya saya sudah lupa sejak jauh-jauh hari.
namun  Tuan datang dengan segelas kopi  beraroma rindu yang menyeruak kemarin malam
bahkan Tuan suapi saya sekotak bento ditengah keramaian, di bawah lampu kota berkilauan, masih ditemani  harum kopi yang Tuan buatkan
Hancurlah benteng yang sengaja saya bangun berlarut-larut lamanya!
keparat! Dan lagi-lagi Tuan menghilang setelah meremas isi hati saya menjadi kepingan kecil-kecil lalu Tuan serakkan sesuka hati, kopi beraroma rindupun Tuan tumpahkan diatasnya.
Sambil berlalu Tuan berkata:
"Tata kembali pertahananmu! Saya akan datang setelah Nona berhasil membangunnya (lagi).

AR~
Ditemani semilir angin pagi 03 Juni 2015


Senin, 01 Juni 2015 0 komentar

Mau pilih yang mana?

selamat pagi anak-anak
sudah siapkah kalian untuk belajar hari ini?
sekarang marilah kita sama-sama belajar untuk membuat

Jamu.. jamu.. jamu..jamune mas..
jamune mbak.. jamu....
ada jamu singset, ada jamu sari rapet
daaan.. ada juga jamu kuat

tegangan listrik yang mengalir pada sebuah kumparan harus disesuaikan dengan keluarannya agar tidak terjadi korsleting pada

putingku memerah saat si kecil mulai ganas menyeruput isinya
perlahan-lahan tapi pasti si kecil menggigit

kol,, sawi.. bayam..
cabe-bawang, cabe-bawang
silakan ibu yang mau

jamu..jamu.. jamu..
ada temulawak
ada kunyit asem
ada juga

puisi
puisi Aku karangan Chairil Anwar merupakan puisi yang melegenda
karyanya merupakan bukti bahwa semangat pemuda

menggigit putingku dengan giginya yang baru tumbuh
tak jarang sebagian kulitnya terkelupas lalu ditelah juga

semua komponen yang ada harus dijaga dengan baik, agar

tomat, jamur, jahe, lengkuas, semua ada
ada sayur asem, sayur sop, sayur lodeh..
silakan yang mau

jamu.. jamu..
jamune mas.. jamu...


AR~
Di dalam bis kota
 
;