Dari seribu kasih yang saya tanam dalam dada, ada satu kasih yang lupa saya bawa pulang setelah perjalanan satu hari denganmu di tanah Jawa Timur, Bung. Sesungguhnya hari itu adalah pertama kalinya kita bertemu meski sudah tiga hari kita bersama.
Entah apa yang sebenarnya menjalar dalam kita, tangan kita berpegang erat disana; kau menghangatkan.
Yang saya sadari sekarang ini sering kali bayang akan senyum manis milikmu itu datang begitu saja, genggamanmupun hadir mengisi jemari saya ketika saya dingin. Kau selalu hadir Bung; Saya menghadirkannya.
Ingin rasanya saya kembali pada hari itu, untuk saya ambil kasih yang tak sengaja saya tinggalkan diantara jejak kita disana, diantara jalanan malam lengang, diantara bukit-bukit, diantara savana. juga diantara kuda poni; gunung Bromo.
Saya ingin menggenapkannya menjadi seribu, menjadi bersamamu, menjadi akhir yang seharusnya; menjadi (kita).
Saya rindu bung!
Kamis, 17 Juni 2015
AR~

0 komentar:
Posting Komentar