Hai..
Malam ini, saya ingin bercerita tentang sesuatu yang tak sengaja saya temukan di akhir tahun lalu. Saya menemukannya di jalur pendakian untuk mencapai 2821 mdpl. Memang agak sulit untuk sampai kesana tapi saya yakin, saya akan mendapatkan jawaban lebih dari apa yang saya harapkan, itulah sebabnya kenapa saya mau berpayah-lelah.
Sebelum titik itu saya pijak, saya tak sengaja menemukan sesuatu yang sedikit mengganggu pendangan saya, awalnya saya tidak peduli sama sekali namun (sesuatu) itu seolah meminta saya untuk mengantunginya dan mengajaknya untuk sampai ke puncak. Apa boleh buat? akhirnya saya pungut dan saya jaga sebaik-baiknya, tidak hanya sampai puncak saya menjaganya, bahkan hingga saya kembali pulang ke rumah beberapa bulan kemudian temuan itu tetap terjaga dengan perawatan ekstra.
Dengan bangga saya menceritakannya pada ibu saya, menceritakan apa saja kisah yang telah saya lewatkan dengan temuan saya itu, lalu ibu saya hanya mengeluarkan satu kalimat setelah potret (nya) saya tunjukan "Kayaknya kalo rambutnya dipotong akan tampan" (sambil menggoda), Lalu saya meminta ijinnya untuk selalu menjaga temuan saya itu, jawabnya hanyalah "terserah kamu saja, tapi awas ya kalo nanti kamu patah hati!" saya hanya bisa tersenyum dan kembali memandang potret dalam lembar pixel di genggaman saya.
Penjagaan saya tidak hanya sampai di situ, karena terbawa suasana sampai-sampai saya melewatkan orang lain yang menemukan saya dalam perjalnannya, bahkan saya mengacuhkan seorang pemuda tampan yang telah siap memanjakan saya dengan seribu diksi dan materinya yang berlimpah. Sembari tersenyum saya membuat penolakan halus "maaf, saya sudah punya ini (menunjukan perasaan saya yang telah terisi)".
Tepat setelah satu hari di 16 milik saya yang ke 21, sesuatu yang selama ini saya jaga dan genggam kuat-kuat diakui seorang puteri adalah miliknya yang hilang, kepunyaannya yang tak sengaja lepas atau entah melepaskan diri karena genggamannya kurang kuat; kecintaannya.
Saya hanya bisa terdiam sembari melepaskannya kembali pada pemiliknya, dan membiarkan air mata kehilangan saya surut dengan sendirinya.
Namanya juga 'temuan' pasti ada pemiliknya, anggap saja saya telah menemukannya, merawatnya, mencintainya, dan membuangnya kembali (pada tempatnya).
Sukabumi, 24 juli 2015
AR~

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact