Rabu, 08 Juli 2015

Jeladra Rindu

Selamat malam jeladra rinduku,
Masihkah kau disana hempaskan ombak, kemudian mengusik pasir putihnya?
Masihkah dedaunan keringnya kau sapa lalu kau ajak menari di kedalaman rasamu?
Bergulat segala luka terbakar karena teriknya mentari di pinggiran pantai
Bergesekanlah segala perih luka dengan asinnya air laut; Namun sembuh justru.
Hadirmu dulu tak seperih ini,
Kau datang dengan lembut, mengajak kerang-kerang terdampar kembali ke kedalamanmu
Bahkan bulu babipun sengaja bersembunyi dibalik karang agar kau jemput dengan peluk.
Namun kemarin mereka bercerita, 
Sekarang kau garang segarang-garangnya, kau ganas seganas-ganasnya
Mereka menangis karena jeladra kekasihnya tak juga kembali
Mereka rindu bergulat peluk dengan rindunya.

Disertakan dengan bayangannya
Sukabumi, 8 Juli 2015
21 Ramadhan 1436 H
AR~

0 komentar:

Posting Komentar

 
;