Rabu, 22 Juli 2015

Sayalah Pemenangnya

Seriak apapun air di tengah sungai dangkal, masih lebih beriak hasrat saya untuk menjamu tuan
Seramai apapun rintik hujan turun menyerang bumi, masih lebih kuyup akan bisikan nama tuan dalam hati saya
Setinggi apapun gunung tuan daki, masih lebih payah saya demi mencapai ujung mata tuan agar sedikit melirik
Sekuat apapun pertahanan yang tuan bendung ditengah lapangan hijau, masih lebih tegar saya menyikapi tuan yang datang dan pergi sesukanya
Sebanyak apapun gol pada gawang lawan tuan ciptakan, masih lebih menumpuk rindu saya akan senyum tuan.
Karenanya saya yakinkan pada jiwa saya bahwa sayalah pemenangnya.

Sukabumi, 22 Juli 2015
AR~
20.04

0 komentar:

Posting Komentar

 
;