Memang saya yang menjamu terlalu cepat, menyebutkan namanya di tengah perjalanan kita, menuliskan namanya di dalam selembar kertas, di bawah emasnya matahari pagi, di balik gunung bertangga itu.
Memang iya; dia kekasih saya, penjaga bagi ceria saya, namun tidak lagi setelah saya pulang dari perjalanan kita; bukan lagi siapa-siapa bagi saya.Karenanya saya hanya menganggap dia sahabat saya, malaikat yang menjaga senyum saya untuk waktu yang sangat singkat.
Karenanya saya menuliskan namanya, sebagai ucapan terimakasih atas penjagaannya terhadap saya.
Sebagai ucapan rasa sayang saya untuknya yang kini adalah sahabat; bukan mantan kekasih.
Dan sekarang saya hanya akan memperkenalkannya sebagai sahabat saya kepada siapapun, juga kepadamu.
Terimakasih,
dari saya sahabatmu AR~
17 ramadhan 1436H
Sabtu, 4 Juli 2015

0 komentar:
Posting Komentar