Kecup saya pada lututnya,
menghamba akan segala cita yang disajikannya
Peluk saya dalam pundaknya,
agungkan segala peluh yang menetes dari dahinya
Bilakah saya melupa sedetik saja atas pengorbanannya,
kabur sudah semua pengetahuan yang menyarang,
hilang pula diksi saya untuk melukiskannya.
Bilakah ada cinta sebesar-besarnya cinta
Maka ituah
cinta saya untuknya
Bilakah ada
kasih selembut-lembutnya kasih
Maka kan saya
belai lelahnya hingga terlelap ia dalam pangkuan
Karena tadi
malam saya telah bergunjing dengan-Nya
Membicarakan
mimpi dan harapan, membicarakan amal juga surga
Semoga engkau
memilikinya. Semoga engkau ahlinya.
Sembah saya akan
Allah, atas penganugerahan-Nya
Sujud saya atas maha karya-Nya.
Seonggok daging
bernama guru,
Darahnya adalah
pengorbanan, dan
Tulang yang
menopangnya, serupa keikhlasan.
Sukabumi, 18
Juli 2015
AR~

0 komentar:
Posting Komentar