Sabtu, 18 Juli 2015

Ahli Surga


 
Kecup saya pada lututnya,
menghamba akan segala cita yang disajikannya
Peluk saya dalam pundaknya,
agungkan segala peluh yang menetes dari dahinya
Bilakah saya melupa sedetik saja atas pengorbanannya,
kabur sudah semua pengetahuan yang menyarang,
hilang pula diksi saya untuk melukiskannya.

Bilakah ada cinta sebesar-besarnya cinta
Maka ituah cinta saya untuknya
Bilakah ada kasih selembut-lembutnya kasih
Maka kan saya belai lelahnya hingga terlelap ia dalam pangkuan

Karena tadi malam saya telah bergunjing dengan-Nya
Membicarakan mimpi dan harapan, membicarakan amal juga surga
Semoga engkau memilikinya. Semoga engkau ahlinya.

Sembah saya akan Allah, atas penganugerahan-Nya
Sujud saya  atas maha karya-Nya.

Seonggok daging bernama guru,
Darahnya adalah pengorbanan, dan
Tulang yang menopangnya, serupa keikhlasan.

Sukabumi, 18 Juli 2015
AR~

0 komentar:

Posting Komentar

 
;