Sabtu, 23 Agustus 2014 0 komentar

Papandayan #1

keringat bumi meluluh perlahan dipangkal pagi
tetesannya berjatuhan menyapa daun-daun dan kuncup bunga
mereka bangkit, siap menghalau ilalang penghalang
hidup. dunia menjadi hidup karena ditetesi airnya
airnya tipis-tipis, tapi sejatinya seumat menggigil jua
bagi penikmat lukisan Tuhan, tak ada waktu untuk menggulung lagi
bercermin dari daun-daun dan kuncup bunga yang siap menantang hari
kami berdiri mengencangkan niat
memandang kawan, berpegang tangan
melangkah pasti, menuju puncak pegunungan
menyaksikan keindahan pemberian Tuhan

AR~
sukabumi 20 Agustus 2014
0 komentar

Senja Kemarin Berbeda

warna senja kini tak lagi indah
kuningnya tak lagi keemasan
ornamen oranyenya pun mulai memudar
di halaman rumah,kembang kantor menutup lebih awal dari biasanya
seolah enggan menyapa pemiliknya pulang kerja
senja memang senyap
memang sunyi.
anginnya tak karuan, hanya jadi pengantar debu saja masuk ke paru-paru
senja kini memang tak indah
tapi, senja kemarin teramat beda, hingga aku melayang bahagia.

AR~
Ciputat, 14 Agustus 2014
0 komentar

Tanah Peraduan

aku telah kembali ditanah peraduan
mentarinya tetap hangat seperti setahun lalu
dijalanan yang gersang telapakku mesra menyusuri jalan
persis sama
polusinya tetap sama, atau bahkan semakin pekat
aku tak tahu, karena aku tak bisa mngukur asap
untaian kendaraan juga kembali kujumpai
mengekor. Tapi entah dimana ujungnya

yasudahlah, itu hanya hiasan yang menjadi warna disetiap hariku
yang kelak akanku jadikan cerita untuk anak cucuku

duhai segala keramaian ibu kota
sampaikanlah salamku pada panas, pada polusi, pada macet, dan pada segalanya yang dikota lain tak ada
ditanah ini aku, membasuh mukaku dengan air tanahnya yang hangat
berdiri. Dan berjanji bahwa aku akan belajar, menjadi manusia pembelajar
mebahagiakan ayah saat aku pulang kelak

Ciputat, 11 Agustus 2014
0 komentar

Baru

di tanah yang baru aku pijak, aku menemukan dia
kurus tinggi perwakannya, hitam manis kulitnya
tersenyum ramah, dengan cahaya matanya yang hangat
aku tersipu, memupuk malu.

hari telah lalu
senyumnya tetap indah seperti dihari pertama
dia santun juga ta'at
shalat malam menjadi selimutnya diantara kelam
shalat dhuha menjadi pengantarnya menjemput hari
aku balas senyumnya dengan kagum

hari indah itu ternyata tak lama
kebersamaan itu sirna
ketika aku menjadi tak berguna
rasa nyaman perlahan hilang
ketika dia melangkah pergi
malamku kembali sunyi
hariku juga tak hidup
cintanya telah berlalu
bertemu dengan yang baru

sejak hari itu, aku disini urung
menatap potret masa kecilnya
yang sekejap segera kembali

Sukabumi, 7 Agustus 2014
AR~
0 komentar

cerita si gembala

cerita si gembala telah usaikambingnya telah berlalu, menjadi sate, gulai, dan sop
kambingnya telah berubah menjadi lemak dan kotoran
si gembala cinta kambingnya
dijaganya dan dimandikannya selagi masih ditangan
rumput liar menjadi andalannya setiap hari
dipangkunya rumput segar melalui bukit-bukit untuk makanan kambingnya
namun kini, cerita si gembala telah usai
karena uang serupiah telah melenyapkan cintanya
uang serupiah, yang kelak akan menjadi banyak nolnya
tapi bukan untuk si gembala

impian seorang penjahat terhormat
telah menghilangkan cinta seumat
digeruslah lahan cinta si gembala
didirikanlah tembok-tembok nista.

AR~
Sukabumi, 2 Maret 2014
0 komentar

-Impianku di Depan sana-

satu-satu kakiku langkah
bergilir satu-satu kiri kanan berpijak kedepan
kemudian membentuk jarak sejauh kaki ku langkahkan
terus saja aku melangkah hingga impianku di depan sana telah dapat ku raih
diantara jarak yang tertempuh, terukir jelas goresan perjuangan
diantara jarak yang tertempuh, telah ada tanah yang basah terkena tetesan keringat
selalu kulihat impian itu di depan sana
semakin kulihat, semakin kuat kaki ini tuk melangkah
tak ingin ku menoleh ke belakang
karena jika kulihat sejarah itu, teriris rasanya
aku khawatir kakiku kelakkan lumpuh
aku khawatir tak dapat lagi melangkah menuju impianku disana
aku tak ingin menoleh ke belakang
karena,
pantang bagiku untuk pulang


Sukabumi, 16 Pebruari 2014
Anisa Rahayu
0 komentar

CINTA SEJATI

Cinta sejati bukan mencari kesempurnaan. Tapi merubah yang ada menjadi sempurna...

Seorang pemuda pernah bertanya kepada seorang guru bijak...

Katanya aku menyukai seorang wanita pak, tapi aku tak yakin dia sempurna buatku,
aku tak yakin apakah dia bikin aku bahagia atau tidak, aku tak yakin apakah dia akan membuatku senang,
karena selama ini yang aku temui cuma senang di depan saja, lama lama yang ada cuma keributan dan cekcok tak ada habisnya...

Sang guru pun tersenyum dan berkata, sebelum aku memberikan pendapat, aku katakan padamu dibalik ketampananmu,
kekayaan yang kamu kumpulkan selama bekerja dan pendidikan yang kamu peroleh, kamu takan pernah menjadi sempurna...

Begitu juga wanita yang kamu temui, dia takan pernah jadi wanita sempurna,
yang harus kamu temukan adalah apakah kekurangan kalian bisa disempurnakan apabila bersatu...

Semua orang merasakan kepahitan, keributan, percekcokan dalam hubungan dan sadarilah
tidak akan ada dua manusia memiliki kesamaan dalam segala sesuatunya.
Tapi perbedaan itulah yang seharusnya menyatukan manusia...

Perasaan menghargai dan menerima segala kejelekan serta kekurangn pasangan kita itulah cinta sejati...

Karena cinta sejati berarti mencintai seseorang melebihi cinta pada diri sendiri...

Dan jika kita menyadari hal itu kejelekan, sakit hati dan kekecewaan yang ada akan kamu jadikan hikmah dan pelajaran
yang sangat bernilai harganya...

Karena kamu telah menemukan seseorang yang menerimamu apa adanya kekurangan dan keburukanmu
seperti dirinya yang mampu menerima semua ketidaksempurnaanmu...

16 Januari 2014
by AF
0 komentar

cerita tentang Indonesia

sedikit saja aku berceritatentang Indonesiaku yang mulia
Indonesiaku yang maha kaya
yang dijadikan negeri impian oleh semua orang-orang pintar dan berharta
dinegeriku ini, semua tanaman dapat tumbuh subur kecuali kaktus dan kurma
namun, petaninya tak punya pupuk dan alat yang layak seperti di negeri Belanda
dinegeriku ini, lautnya teramat luas hampir semua ikan berenang diperairannya kecuali ikan piranha
namun, nelayannya tak punya kapal dan jaring yang canggih seperti di negeri Cina
dinegeriku ini, faunanya tersebar disepanjang hutan yang tak ada hanya beruang kutub saja
namun,pelancongnya serakah saja hobi memburu.
dinegeriku ini, rakyatnya ramah dan beradab
semoga presiden baruku juga berakhlak.

AR~
Sukabumi, 23 Juli 2014
0 komentar

pengembara bintang

Indahnya mega terhampar diatas punduk

warnanya legam pekat ketika malam

kedatangannya mengubah terang menjadi suram

ribuan bintang berhamburan diantara kelam

banyaknya bintang tak lantas saling mengusik

keberadaanya indah dan tertata

membentuk rasi petunjuk bagi pengembara

melambai mengajak berhadai-handai

bersua akan rindunya terhadap cindai

cahayanya kerlip mengedip genit

tergodalah sang pengembara



AR~
Sukabumi, 22 Juli 2014
0 komentar

Potret mirip bunda

potret yang sama kini kujumpai setelah berabad lamanyapotret itu ada, diantara sampul buku puisi pemberiannya
awalnya aku tertegun, mungkin kah ini jalannya?
jalan untuk dapat kembali bersua
kembali merasakan asmara
asmara yang kata mereka tak akan pernah ada matinya
tapi bagiku asmara itu telah redup sejak aku mulai belajar menjadi manusia


AR~
Sukabumi, 22 JUli 2014
0 komentar

cerita tentang pertemuan

Cintaku padanya teramat ranum
Bayangnya lembut tak tertepis
Gusaran kalbu terus mengusik tak terkulum
Ah,
memang, cintaku ini tak lagi tipis

AR~
Sukabumi, 21 Juli 2014
0 komentar

Aku Cinta~

rasanya baru kemarin kita bertegur sapa
berjabat tangan dan bertukar nama
tampang yang culun, dan kepala botak. itulah kita
meneriakan hymne mahasiswa bersama-sama
sambil berdesakan, dan harus bertahan dalam waktu yang lama

ruangan 307, adalah dimulainya cerita tentang kita
tentang aku, kamu, dan mereka
tentang makna setumpuk cita-cita

mungkin sekarang kita berbeda
jaraknya ribuan jengkal mata
kebersamaan pun sukar diterka
sukar dirasa

hanya dengan sajak aku lantang berkata. Bahwa aku cinta

AR~
Sukabumi, 20 Juli 2014
Katro12UNJ
0 komentar

Rindu kalian

rindu yang tumbuh, tak pernah ingin aku cabutikarena khawatir tak akan ada lagi yang tertanam
jika rindu hilang, maka lepaslah segala yang terkenang
biarlah aku merindu, karena hanya dengan merindu aku merasakan bahwa kalian benar pernah ada

ribuan kali kusesali perpisahan, karena begitu menyakitkan
ditanah baru tak kutemukan yang semacam kalian
itulah mengapa aku merasa terasingkan

mungkin aku terlalu egois karena sebuah harapan
maafkan aku sahabat tapi aku tetap bersama kalian.
hanya kata yang rindu yang dapat kuucapkan
karena aku tak ingin mengusik indahnya ketenangan

AR~
Katro12UNJ

Sukabumi, 20 Juli 2014
0 komentar

Sajak Tak Bertuan

nampaknya rembulan absen berteman malam inibiasanya hanya datang terlambat namun tak apa,
jika sudah tak muncul, ah gusar sudah

hanya sentuhannyalah yang dapat mengantarkan diksi menjadi secangkir kopi
dan cahayanya adalah semangkuk kacang almond didepan televisi
yang biasanya kusantap sambil membayangkan sang pujaan hati

tapi,
jika rembulan tak datang,
akan kemanakah bait sajakku ini?
mungkin hilang pergi melayang

AR~
Sukabumi, 19 Juli 2014
0 komentar

Kunjungan sang Rembulan

hari ini rembulan datang lebih cepat dari biasanyasenyumannya yang ranum mengantarkanku pada waktu yang kuanggap istimewa
dimana jari-jemari menari seirama
ditemani dengan nada yang tercipta apa adanya
tanpa musik, tanpa nyanyian;
namun nada itu begitu hidup didalam sajak-sajak yang tercipta
mengantarkan perasaan hati melalui kata-kata yang saling berpagut dansa

AR~
Sukabumi, 18 Juli 2014
0 komentar

Pemuda Tampan yang Tertunduk

skenario tentang kehidupan memanglah telah disusun oleh sang penciptabegitupun tentang harapan, kasih sayang dan tentu saja tentang cinta
ceritanya mengalir tanpa perintah, layaknya aliran air sebuah sungai kecil di Surya Kencana

izinkan aku kembali bernostalgia pada masa itu
dimana ceritaku sempat terhenti karena rasa bangga yang luar biasa
rasanya tak ingin aku kembali. karena disana teramat memesona mata
andai saja, kau dengar apa yang kuteriakan sesampainya dipuncak sana
maka teririslah

bercerita tentang skenario harapan, senyum iba tak sengaja terkembang
mungkin kau pernah berpikir, bahwasanya kau adalah pemenang
tapi lakonmu tak mendukung perwatakanmu diatas panggung drama
belajarlah menjadi pemeran utama, maka kau akan bahagia.

kemudian tentang skenario cinta,
ah..rasanya terlalu munafik bila aku harus tersenyum
tapi, tak sukar pula bila tawaku diperlukan
melihatnya bahagia, akupun turut berbangga
tapi kau? menunduk saja sebisanya.

wahai pemuda tampan, belajarlah menjadi pemeran utama maka kau akan bahagia

AR~

Sukabumi, 18 Juli 2014
0 komentar

Puisiku Kembali

Malam ini jemariku lantang menyentuh papan aksaraMeski hari kemarin iramanya terhenti karena serangkaian cerita
Cerita tentang hidup yang baru kutahu setelah menjadi manusia dewasa
Jengah mendera

Namun..
Bintangku berbisik, duhai mondes janganlah berhenti merajut kata
Karena aku menantimu menyuguhkan kalimat penuh makna dengan hiasannya yaitu: cinta.

AR~

Sukabumi, 17 Juli 2014
0 komentar

Warnaku kini merah kelopak mawar

Kau bukan lagi puisi untukkuTak akan lagi ada morfem yang terajut untuk melukiskan indah warnamu
Semua yang terkenang dengan sadar telah kuhapus
Segala kenangan telah hilang terbang bersama khilafmu

Memang, kemarin cintaku teramat merah hingga aku lupa mana merah luka mana merah senja
Mulai hari ini warnanya telah ku ubah
menjadi warna kesayanganku, bukan biru, bukan juga ungu,
tapi merah.
merah kelopak mawar.

Karena kau, bukan lagi puisi untukku.

AR~

Sukabumi,  17 Juli 2014
0 komentar

sekedar rindu

sukar rasanya diri untuk bersua. sisa-sisa diwaktu yang lampau masih saja bergelayutan dipelupuk mata.
jengah terasa.
tapi hati terpatri tak ada daya


Ciputat, 3 Juli 2014
AR~
0 komentar

hamba mati terkoyak

Tataplah malam ini, siapa menyangka rembulan memang mengada. menatap jiwa-jiwa terkoyak diluaran sana
ditengah sorakan demokrasi, sebagian hamba tersiksa rasa

sukabumi, 10 Juli 2014 (ketika Palestina di serang zionis Israel)
AR~
0 komentar

Salah pilihan

haruskah ku tertawa terbahak sekarang? hmm, jujur saja ku ingin katakan kau salah pilihan.lembaran pixel telah beritahuku akan sebuah jawaban. mungkin kau (juga).
miris.
tapi aku, masih ada dihatimu yang terdalam. tengoklah.

Selasa, 10 Juli 2014
AR~
0 komentar

Mawar pemberian Tuhan

Orang bilang bunga mawar adalah tanda kecantikan
Merahnya yang ranum membuai hingga mencapai angan.
Disudut temaram mawar layaknya lampu jalanan, terangi malam yang bergelayutan.
Semenjak ada mawar segala hidupku terasa nyaman.
Tak ubahnya gulita yang bercumbu dengan sang rembulan.
Wahai segala keindahan pemberian Tuhan, kaulah mawar yang trpatri didalam kehidupan.

AR~
Selasa 15 Juli 2014
0 komentar

Arjuna

Kala itu bahagia terajut sempurnaHari ke-7 dibulan pertama
Aku suka caramu ungkapkan cinta
Meski sederhana, tapi tak akan pernah kulupa
Kenagan itu memang benar mengada
Tak salah kuberi kau gelar Arjuna

Diantara senja, seikat bunga adalah bukti nyata bahwa kita pernah bersama

AR~
16 Ramadhan 1435H
senin 14 Juli 2014
0 komentar

sejengkal mata saja

Ditengah rembulan, malam kembali menggoda. Cahayanya yang ranum membelai segala asa.
Terjerembab lagi terbuai itulah adanya.

Sayang, si empunya memiliki cinta tapi tak bertuan.
Menatap yang berlalu dikira cukuplah sudah.
Ketika kenangan tak lagi bermakna.
Ketika rasa tak lagi diperhitungkan.
Dan hadirnya hanyalah sekedar angan yang melayang.
Mari bersua sayang, meski hanya sejengkal mata tapi kuharap semua nyata.

Sukabumi, 22.37 ditengah rembulan penuh. 15 Ramadhan 1435H
AR~
0 komentar

bangsat blusukan

kali ini ku coba mengeja senjasinar mentari membuyar, alhasil gulita menjadi raja
gelap. hitam.
segala bangsat blusukan. blusukan di antara yang hidup dan yang enggan hidup
demi pencitraan, dipakailah kain suci sebelum hari raya
ah, yakinkah anda untuk duduk disinggasana?

Sukabumi, 11 Juli 2014
AR~
0 komentar

malam penggoda

adinda rindu bersua, bahkan ingin rasanya dinda lantangkan cinta.
namun sayang, rembulan enggan tuk dijumpa. duhai malam berhentilah menggoda~

Sukabumi, 7 Juli 2014
AR~
0 komentar

sudut temaram

temaram malam pergi menjauh, lampu jalananpun enggan datang menjemput.
malam ini tak seperti malam kemarin.
hati kisut. jiwapun terpaku disebuah sudut

Ciputat, 2 Juli 2014
AR~
0 komentar

peninggalan senja

senja telah lalu,
rembulan datang menjemput dengan sinarnya yang ranum.
ah tergodalah aku tuk berada dalam dekapnya. bermimpilah sang pemuja cinta.

Sukabumi, 9 Juli 2014
AR~
0 komentar

Titik Putih Suci Milik Tuhan

Aku berjalan. AKU J-A-L-A-N J-A-L-A-NKini
Kudapati jalanku. jalanan penuh sesak manusia
Jalanan siapa? ya ini jalan ku
Jalanan milikku
Disana si Pulan memikul karung beras diatas pundaknya yang koyak
Memilah jalanan yang hampir tak lagi tersedia ruang
Itu disana, si janda memegangi gadis kecilnya yang Yatim
Bukan yatim karena ditinggal bapak mati berperang, bukan pula mati sekarat karena penyakit
Ya, memang saja yatim tak berbapak
Di ujung jalan itu, tukang buah berteriak meracau karena dagangannya tersenggol lalu berhamburan

Ah,Jalanku menjadi kacau. tak dapat lagi aku melangkah
kuputar kakiku, dan ah. tak lebih dari 1 inch saja ruang dibawah telapak kakiku
dan dalam sekejap jalanku buntu
jalanku BUNTU

kini aku terpaku di atas sebuah batu. batu yang kecil. sangat kecil
hingga tak dapat kugerakkan jari jemariku, karena sekali bergerak. Hap! aku akan jatuh
disekelilingku jurang. jurang terjal
pandanganku hanya bisa kedepan, pada apapun yang ada dihadapan

kupejamkan mata berharap burung gagak raksasa mencakarku dan menjadikanku santapan lezatnya
atau, petir luar biasa datang dan membelah tulang tengkorakku
jalanku buntu
kupejamkan mata, hanya gelap. di antara kegelapan ada sebuah titik putih
titik putih itu mendekat lebih dekat, hingga berhasil menyelimuti tubuhku dengan warnanya yang suci.
aku terbungkus cahaya putih
dijalanan buntu hidupku bertambah sesak

ohhhhh...
kini aku tersadar, jalanku bukannya buntu bukan juga penuh sesak
namun jalanku telah berakhir. dan titik putih itu adalah Tuhanku
Tuhan yang  membawaku menuju perhitungan


Ciputat. 25 Maret 2014
AR~
0 komentar

malam pesta

malam ini Indonesia bersorak atas pestanya. pesta? siapa yang berpesta?
ke-be-ba-san demokrasi dibilang.

rakyatku masih lapar. masih saja berbuka puasa dengan seteguk keringat
bahkan adikku. tetap lekat dengan okulele yang dipangkuunya diantara ketiak
mengais satu dua perak kepada mereka para simpatisan, para kader, para sukarelawan, bahkan menengadah kasih atas para calon pemimpin
bahkan masih saja ada bunda yang menggulung diri diatas gerobak lengkap dengan selimut karung beras.
gerobaknya adalah harta berharga milik ayah

lantas, masih dibilang berpesta?

wahai yang aduhai, jangan terlena atas kemenangan kursi kerajaan.
duduk disana bukan untuk bersenang-senang. justru kerja keras hingga telanjang
bebaskanlah kekasih dan sanakku yang terkekang.


Anisa Rahayu
Sukabumi 9 Juli, 2014 (malam pemilu presiden 2014 Prabowo & Hatta Vs Jokowi & JK)
0 komentar

Manusia Sekarang

satu-satu kaki melangkah
kiri-kanan satu-satu
terburu-buru kaki melangkah ketujuan
yang menghalang, jatuhkan!
yang menjaga, abaikan!

okulele bertengger mesra diketiakmu
apa yang kau cari anak muda?
uang recehan dipinggiran jalan?
ataukah sebungkus nasi orek?

bukan.bukan. kau berdasi dan mengepal balpoint
ditemani bau busuk sungai hitam pinggiran Jakarta
kau mencari.

tak peduli siapa yang menyapa matamu hanya kerling
hmmm,
terbirit agar dapat IPK 4 dan terlihat sempurna dimata dosen?
atau cari muka didepan Pak bos biar naik jabatan?

tersandung. lututmu sobek
YES! Aku spontan jingkrak-jingkrak
tujuanmu berlalu, kawan-kawan termangu
kau, APATIS.

ciputat, 12 Juni 2014
AR~
0 komentar

Sebuah Makna Nyata

jari-jemari limbung diatas papan aksara
pikiran linglung tak mengerti arti berkata
tapi hati merujuk tuk menulis bait-bait tentang sebuah makna.


Ciputat, 2 Juli 2014
AR~
0 komentar

Bau MATI Tanpa Cinta

Manisku, kau suci dan mempesona
Bercumbu denganmu membawaku ke dalam batas keindahan
Hingga aku dapati ke(nikmat)an walau hanya sekejap
Manisku, kau harum serta lembut
Cintamu membawaku terbang menuju Surga
Indah cintamu sekejap saja
Sayang, mari saksikan keromantisan malam ini
Lampu jalanan kerlap-kerlip dengan warnanya yang samar
Lantunan musik alam menyapa telinga si tukang bercinta
Kemudian tersungkur di atas tanah-Nya dan tercium bau mati

Cintaku, tataplah aku yang terbuang
Tidak! membuangkan diri lebih tepat nampaknya
Aku sendiri yang memilih cinta
Cinta yang berikan ke(nikmat)an meski hanya sekejap

Tapi, kini aku tersungkur di atas tanahNya dan tercium bau mati
Ya, bau mati tanpa cinta

Sayang, masihkah kau disini temani aku untuk habiskan malam?
Masihkan kau bersedia membawaku menuju surga cinta kita?
(HENING)
Manisku??
Kini aku kering tak terurus
Darah dan kulitku menghitam
Tulang punggungku bengkok terserang virus karena cintamu
Maukah kau kembali dan pertanggung jawabkan sayang?
(HENING)

Sayang, kini kau najis bahkan hina
sel-sel tubuhku meracau
karena (nikmat) cintamu,
Pusing disini, sakit disana

Bau mati itu semakin dekat
Bau tanah tanpa cinta
Aku sendiri di ujung jalan, terbuang, tak ada yang peduli
Bunda telah berlalu hilang tanpa cerita
Bahkan ayah hanya kerling menatapku acuh
lepaslah. lepaslah.

Biarkan Aku tersungkur, kering dan membusuk.

Ciputat, 04 Juni 2014




0 komentar

mungkinkah Tuhan salah mendengar doa manusia?

Angin dingin menyapa tak ada hentinya
Sapaannya membelai lembut apapun yang dapat dijamahnya
Apapun yang ada diluar dan di dalam
Dalam-dalam kuyakini bahwa ini adalah nikmat-Nya
Nikmat yang selayaknya disyukuri oleh manusia
Ah, lagi-lagi kuucapkan kata manusia
Ada apa dengan MANUSIA?
Semuanya dikuasai MANUSIA
Semuanya harus sesuai dengan pesanan MANUSIA
Hujan telah diberikan Tuhan
Karena Tuhan Mendengar banyak sawah kering dan petani merugi
Karena Tuhan mendengar doa ibu, yang sumurnya mengering tak ada air untuk minum
Tapi kini ternyata Tuhan salah mendengar doa MANUSIA
Manusia kedinginan, kini penyakit meraba jempol kaki hingga pening menyambut sela-sela rambut
Bukan sakit, karena hujan. Bukan sakit karena dingin. Tapi penyakit keserakahan
kini manusia kedinginan, hingga mengutuk hujan agar tak lagi datang
Ah. mungkinkah Tuhan salah mendengar doa manusia?


Sukabumi, 21 Januari 2014
Anisa Rahayu
0 komentar

Jatuh Bunga

bunga-bunga tersiram air hujan dari langit
tak ada kumbang bertengger disana
tak jua ulat-ulat yang bersembunyi dibalik dedaunan
kuncup-kuncup semakin kuncup
sebelum menjadi mekar kelopaknya telah sampai ketanah
basah disini, tergenang disana

sukabumi, 29 Januari 2014
anisa Rahayu
0 komentar

Takbir 14 th

"Takbir 14 th"

gema takbir terus berkumandang dari segala penjuru dunia..
mungkin bunda pun sedang melantukannya disana..
begitupun aku, kali ini aku tengah berada diantara suara lantunan takbir..
semoga bunda terjaga..


Sukabumi, Idul Fitri 1434 H
Anisa Rahayu
0 komentar

sudut penantian

sayup-sayup angin membisik senyuman
perlahan menyapa bulu roma hingga ikut berdiri
ah.. inilah ajakan yang sejujurnya telah lama diharapkan
di dalam hati perlahan kuucapkan "bawa aku pergi"!
terbanglah anganku ke negeri antah berantah
bayanganku semrawut seperti benang kusut
kudapatkan diriku tengah tergulung tsunami
terhempas kesana-kemari, sakit memang
meski begitu,
aku tersenyum karena angin mendengar bisikku
angin mendengar ucapku "bawa aku pergi"!
di sudut mata berlarian sebagian air mata
bahagia saat ini terasa
amukan air telah membawa ku pergi
kulihat disana, nyiur melambai, mengucapkan kalimat "Selamat datang"
yuhuuu... terbanglah hati ini, terbang pula anganku ini
kini kembali ku tersudut menanti datangnya angin untuk ku bisikan "bawa aku pergi"!



Sukabumi, 19 Januari 2013
Anisa Rahayu

0 komentar

Bintangku (Ayah)

Ayah, kau yang pertama bagiku
Bukan mama bukan juga ibu
Hidupku tergantung restumu
Cintamu yang menyampaikanku hingga umurku
Selamat tinggal ayah, doakan aku dalam setiap sujudmu
Beri aku izinmu untuk mencapai bintangku


Sukabumi, 21 Januari 2014
Anisa Rahayu
Rabu, 20 Agustus 2014 0 komentar

Layung

layung segera tiba, sinar abadi perlahan melambai pergi
warnanya oranye, dengan sedikit ornamen kuning peninggalan mentari
ah, rasa-rasanya tak ingin siempunya beranjak. terlalu indah disini merangkai mimpi.

Sukabumi, 10 Juli 2014
 
;