di tanah yang baru aku pijak, aku menemukan dia
kurus tinggi perwakannya, hitam manis kulitnya
tersenyum ramah, dengan cahaya matanya yang hangat
aku tersipu, memupuk malu.
hari telah lalu
senyumnya tetap indah seperti dihari pertama
dia santun juga ta'at
shalat malam menjadi selimutnya diantara kelam
shalat dhuha menjadi pengantarnya menjemput hari
aku balas senyumnya dengan kagum
hari indah itu ternyata tak lama
kebersamaan itu sirna
ketika aku menjadi tak berguna
rasa nyaman perlahan hilang
ketika dia melangkah pergi
malamku kembali sunyi
hariku juga tak hidup
cintanya telah berlalu
bertemu dengan yang baru
sejak hari itu, aku disini urung
menatap potret masa kecilnya
yang sekejap segera kembali
Sukabumi, 7 Agustus 2014
AR~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar