cerita si gembala telah usaikambingnya telah berlalu, menjadi sate, gulai, dan sop
kambingnya telah berubah menjadi lemak dan kotoran
si gembala cinta kambingnya
dijaganya dan dimandikannya selagi masih ditangan
rumput liar menjadi andalannya setiap hari
dipangkunya rumput segar melalui bukit-bukit untuk makanan kambingnya
namun kini, cerita si gembala telah usai
karena uang serupiah telah melenyapkan cintanya
uang serupiah, yang kelak akan menjadi banyak nolnya
tapi bukan untuk si gembala
impian seorang penjahat terhormat
telah menghilangkan cinta seumat
digeruslah lahan cinta si gembala
didirikanlah tembok-tembok nista.
AR~
Sukabumi, 2 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar