Dalam selaksa waktu yang bunda kisahkan, ada sepenggal cerita yang tak sempat saya buang.
Bayang-bayang api dari lilin warna-warni ditengah kue itu, berlenggok ke kiri dan ke kanan seolah ingin saling sapa dengan kawannnya namun tak cukup daya.
Hari itu, gaun merah jambu dengan renda membungkus tubuh kecil saya, lengkap dengan bandana dengan warna senada bertengger mesra di atas rambut saya yang tak begitu tebal. Riuh nyanyian do'a menggema ditengah ruangan persegi berukuran 8x8 meter lengkap dengan kursi dan bangku mini berwarna-warni, juga papan tulis kapur yang dihias kertas-kertas mengkilap yang melingkari tulisan "Selamat Ulang Tahun".
"cup" ciuman hangat mendarat sempurna pada kening saya, bahkan hangatnya masih terasa hingga hari ini, hari dimana saya berjumpa dengan hari yang sama setelah 15 tahun tak melihat raut wajah bunda.
Sungguh saya membenci kenangan yang tersisa, namun tak sanggup sama sekali saya mengacuhkannya, karena hanya penggalan kisah ini yang sayang sisakan.
Di Kamar kost
2 Ramadhan 1426 H
AR~
22.54 wib

0 komentar:
Posting Komentar