Selasa, 02 Juni 2015

Kopi Aroma Rindu

Bukan melulu soal bertahan atau terlalu cinta
namun soal ketidakjelasan Tuan. Hadirnya tuan yang sekejap datang lalu pergi menghilang
(begitu seterusnya)
Sejujurnya saya sudah lupa sejak jauh-jauh hari.
namun  Tuan datang dengan segelas kopi  beraroma rindu yang menyeruak kemarin malam
bahkan Tuan suapi saya sekotak bento ditengah keramaian, di bawah lampu kota berkilauan, masih ditemani  harum kopi yang Tuan buatkan
Hancurlah benteng yang sengaja saya bangun berlarut-larut lamanya!
keparat! Dan lagi-lagi Tuan menghilang setelah meremas isi hati saya menjadi kepingan kecil-kecil lalu Tuan serakkan sesuka hati, kopi beraroma rindupun Tuan tumpahkan diatasnya.
Sambil berlalu Tuan berkata:
"Tata kembali pertahananmu! Saya akan datang setelah Nona berhasil membangunnya (lagi).

AR~
Ditemani semilir angin pagi 03 Juni 2015


0 komentar:

Posting Komentar

 
;