Kamis, 27 November 2014 0 komentar

Puisi Linguistik

Dibahasakan oleh: Muhammad Syakir Ni'amillah Fiza, Arini Hidayah, dan Anisa Rahayu

Seperti suprasegmental;
sikapmu memiliki tekanan, intonasi, dan aksen yang berbeda dari yang lain;
unik.
Aku dan Kau adalah vokal,
mari menyatu menjadi diftong;
maka lahir suara-suara pembaharu.

Jujur atau dusta, seperti arkhifonem.
Kehilangan kontras antara keduanya.
Terdengar sama.
Seperti morfem yang mengalami segmentasi menjadi silabel;
terpisah.
Menghadapi sikapmu seperti awal mempelajari transkripsi;
rumit.
Setelahnya, terbiasa.
Alofon; satu fonem memiliki variasi bunyi.
Sama halnya satu kisah,
beragam variasi ceritanya.
Tergantung siapa yang bertutur kata.

Hidup hanyalah hidup,
tak dengan mudah untuk kita menciptakan bahagia.
Sukar.
Layaknya konsonan dalam sebuah morfem tanpa vokal,
sukar kita diciptakan untuk menjadi satu morfem satu kata,
satu kalimat hingga menjadi cerita.
Konsonan dan vokal adalah cinta,
cinta Arjuna dan Srikandi.
Jangan posisikan aku sebagai arkhifonem,
yang membuat cinta Arjuna menjadi luntur,
bahkan hilang kontrasnya.
Aku hanya ingin menjadi tanda glotal,
walau kecil tapi aku ada.

Ciputat, 18 Juni 2014
Sabtu, 15 November 2014 0 komentar

Gerimis

Gerimis

Belakangan ini Aku merasa ingin menangis, dengan perasaan hati yang teriris.
Sepi yang menyarang tak dapat kutepis.
Padahal ribuan kawan disamping berganti laris.
Ragaku memang bersama dari pagi hingga tengah malam, dari kampus sampai lapangan, dari cafe sampai angkringan. Kemudian esoknya kita berkumpul dan bercerita tentang kisah yang manis.
 Namun jiwaku sendiri dengan sunyi yang berlapis,
Dengan gelap yang terlukis.
Bagiku, waktu senja biasanya menyimpan cerita romantis, namun kali ini senja terhapus gerimis.

AR~
Ciputat, 15 November 2014

Rabu, 05 November 2014 0 komentar

Sajak Untuk Tuan yang Berjaya



Sajak Untuk Tuan yang Berjaya

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Setelah berabad lamanya tanahku gelap ditutupi kabut

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Karena Tuan 'baru' katanya punya sihir hebat untuk hapuskan gelap lalu datangkan hujan juga pelangi

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Kemudian berharap setiap lariknya sampai ketelinga Tuan siempunya mantra
Biar dihisapnya air mata Ibu-ibu kita
Biar dijilatnya peluh Bapak-bapak kita
Biar dibunuhnya pengangguran tak berguna
Biar didiknya kakak dan adik-adik kita, untuk disiapkan menjadi penegak bangsa

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Karena Aku masih belum berani berkata tentang cahaya. khawatir mantranya telah ciptakan fatamorgana

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Hingga singgasana menempel dengan bokongnya, aku masih belum bisa percaya
Tuan 'baru' harus tunjukan dulu kemampuannya
Bukan hanya komat-kamit sambil menyapa pemburu berita. Tapi kejayaan INDONESIA

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
sambil bersujud, kuyakinkan diri bahwa mantra bukanlah jalan keluar untuk bertemu bahagia
Tapi pergerakan juga do'a. Ya. Jalanku Bukan sihir dan mantra. Tapi Tuhan.

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang

Ciputat, 01 November 2014
AR~


Minggu, 21 September 2014 0 komentar

Dari Ujung Dermaga

dipelabuhan kecil aku singgahmenatap laut juga langit yang terhampar
seperti pinang, laut dan langit sama-sama biru
seperti hatiku yang juga biru

dari ujung dermaga kapten sekoci  melambai-lambaikan tangannya
memberi isyarat, memintaku untuk segera bersua
kapten itu? sepertinya aku kenal
dia sahabatku yang kutemukan diperaduan
dia sahabatku sekaligus cintaku
hatiku kini biru keemasan
seperti langit yang bertemu dengan senja

dari ujung dermaga kapten sekoci melambai-lambaikan tangannya
memberi isyarat, memintaku untuk segera bersua
lambaiannya perlahan redup, seiring langkahnya yang bertolak
sekociku limbung ditengah samudra dangkal
mataku parau menatap titik yang lama kian menghilang

lambaian itu bukan isyarat untuk bersua, namun tanda perpisahan

Ciputat, 21 September 2014
AR~
HK^

Sabtu, 20 September 2014 0 komentar

Ayahku Yusuf namanya

Ayahku Yusuf namanya
rupanya tampan seperti Nabi Yusuf. persis sama nama
hatinya putih layaknya Nabi Isa.  Ikhlas
Jiwanya Suci laksana Rasulullah. 
Aku cinta

Ciputat, 20 September 2014
AR~
0 komentar

aku tersadar. kau juga. sama.

terhitung sejak saat itu
ketika kita ditakdirkan untuk bertemu
bertukar pikiran serta pemahaman
aku dan kamu

awalnya hanya ejekan yang sengaja kau lemparkan
terkadang aku kesal
tapi kau tertawa bahagia
tapi yasudahlah, mungkin itu caramu untuk mencairkan suasana

terhitung sejak saat itu
ketika ejekan hadir diiringi dengan mencuri pandang
aku tersadar. kau juga. sama
kadang aku berpikir, inikah yang dinamakan kisah cinta?
namun rasanya begitu sulit untuk diterka
karena dibelakangmu masih ada dia
aku tau, aku tak boleh
namun hati terus menyebut 5 huruf yang merangkai namamu

teringat dihari itu, saat butiran permen kau rangkai menjadi namaku
kala itu aku bahagia, hingga senyum terkembang tak ada habisnya
namun disudut lain hatiku menangis
karena kau dan dia masih bersama
aku tau, aku tak boleh
aku tersadar. kau juga. sama

Ciputat, 8 September 2014
AR~
0 komentar

bayangan saja~

aku dan kamu, hanya bayangan yang tak pernah menjadi nyata
hanya imajinasi yang tak memilki warna
hanya ada di depan mata,namun tak mungkin bisa dirasa. bisa diraba.

hari ini aku dan kamu bersama
mengungkap segala yang ada
berbagi diantara kita. aku dan kamu.

kau mengejekku, tapi membuatku tersipu dilain waktu
kau berhasil mengajakku menangis hingga tertawa
kau mencubitku, juga menggenggam tanganku
aku dan kamu hari ini bersama
namun aku tak tahu, ini nyata atau hanya bayangan saja~

Ciputat, 20 September 2014
AR~
 
;