terhitung sejak saat itu
ketika kita ditakdirkan untuk bertemu
bertukar pikiran serta pemahaman
aku dan kamu
awalnya hanya ejekan yang sengaja kau lemparkan
terkadang aku kesal
tapi kau tertawa bahagia
tapi yasudahlah, mungkin itu caramu untuk mencairkan suasana
terhitung sejak saat itu
ketika ejekan hadir diiringi dengan mencuri pandang
aku tersadar. kau juga. sama
kadang aku berpikir, inikah yang dinamakan kisah cinta?
namun rasanya begitu sulit untuk diterka
karena dibelakangmu masih ada dia
aku tau, aku tak boleh
namun hati terus menyebut 5 huruf yang merangkai namamu
teringat dihari itu, saat butiran permen kau rangkai menjadi namaku
kala itu aku bahagia, hingga senyum terkembang tak ada habisnya
namun disudut lain hatiku menangis
karena kau dan dia masih bersama
aku tau, aku tak boleh
aku tersadar. kau juga. sama
Ciputat, 8 September 2014
AR~
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar