Rabu, 05 November 2014

Sajak Untuk Tuan yang Berjaya



Sajak Untuk Tuan yang Berjaya

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Setelah berabad lamanya tanahku gelap ditutupi kabut

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Karena Tuan 'baru' katanya punya sihir hebat untuk hapuskan gelap lalu datangkan hujan juga pelangi

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Kemudian berharap setiap lariknya sampai ketelinga Tuan siempunya mantra
Biar dihisapnya air mata Ibu-ibu kita
Biar dijilatnya peluh Bapak-bapak kita
Biar dibunuhnya pengangguran tak berguna
Biar didiknya kakak dan adik-adik kita, untuk disiapkan menjadi penegak bangsa

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Karena Aku masih belum berani berkata tentang cahaya. khawatir mantranya telah ciptakan fatamorgana

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
Hingga singgasana menempel dengan bokongnya, aku masih belum bisa percaya
Tuan 'baru' harus tunjukan dulu kemampuannya
Bukan hanya komat-kamit sambil menyapa pemburu berita. Tapi kejayaan INDONESIA

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang
sambil bersujud, kuyakinkan diri bahwa mantra bukanlah jalan keluar untuk bertemu bahagia
Tapi pergerakan juga do'a. Ya. Jalanku Bukan sihir dan mantra. Tapi Tuhan.

Aku tulis sajak ini di bulan remang-remang

Ciputat, 01 November 2014
AR~


0 komentar:

Posting Komentar

 
;