Sajak Untuk Tuan yang Berjaya
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
Setelah
berabad lamanya tanahku gelap ditutupi kabut
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
Karena
Tuan 'baru' katanya punya sihir hebat untuk hapuskan gelap lalu datangkan hujan
juga pelangi
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
Kemudian
berharap setiap lariknya sampai ketelinga Tuan siempunya mantra
Biar
dihisapnya air mata Ibu-ibu kita
Biar
dijilatnya peluh Bapak-bapak kita
Biar
dibunuhnya pengangguran tak berguna
Biar
didiknya kakak dan adik-adik kita, untuk disiapkan menjadi penegak bangsa
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
Karena
Aku masih belum berani berkata tentang cahaya. khawatir mantranya telah
ciptakan fatamorgana
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
Hingga
singgasana menempel dengan bokongnya, aku masih belum bisa percaya
Tuan
'baru' harus tunjukan dulu kemampuannya
Bukan
hanya komat-kamit sambil menyapa pemburu berita. Tapi kejayaan INDONESIA
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
sambil
bersujud, kuyakinkan diri bahwa mantra bukanlah jalan keluar untuk bertemu
bahagia
Tapi
pergerakan juga do'a. Ya. Jalanku Bukan sihir dan mantra. Tapi Tuhan.
Aku
tulis sajak ini di bulan remang-remang
Ciputat,
01 November 2014
AR~

0 komentar:
Posting Komentar