Minggu, 18 Januari 2015

Semoga kamu~

Hanya karena siempunya semoga tersenyum,
kala itu lagi-lagi kuaminkan harap yang dengan sendirinya teruntai menjadi kalimat cita untukmu.

Karena kamu hanyalah selintas, sehingga aku senantiasa  mengaminkan namamu diantara kalimat harapku pada Tuhan. Pada cintaku.
Semogaku, aminku terus saja mengalir seiring dengan air mata yang menetes,
Maaf sudah kuupayakan untuk mangkir tapi hati rasa terkilir.
Karena aku menyebut namamu dalam semogaku, dengan amin yang mengiringinya di akhir kalimat doa yang berpangku;
Semoga kamu

Sayang, kamu masih semoga yang senantiasa aku aminkan dengan lisan.
Bukan aku dengannya tak berperasaan, tapi kamulah yang membuatku nyaman.
Karenanya aku berharap untuk dapat singgah, lalu tinggal disebuah rumah, sampai menyatu dengan tanah.
Maaf karena hingga detik ini semogaku masih kamu.

AR~
Sukabumi, 18 Januari 2015
.


0 komentar:

Posting Komentar

 
;