Bukan melulu soal bertahan atau terlalu cinta
namun soal ketidakjelasan Tuan. Hadirnya tuan yang sekejap datang lalu pergi menghilang
(begitu seterusnya)
Sejujurnya saya sudah lupa sejak jauh-jauh hari.
namun Tuan datang dengan segelas kopi beraroma rindu yang menyeruak kemarin malam
bahkan Tuan suapi saya sekotak bento ditengah keramaian, di bawah lampu kota berkilauan, masih ditemani harum kopi yang Tuan buatkan
Hancurlah benteng yang sengaja saya bangun berlarut-larut lamanya!
keparat! Dan lagi-lagi Tuan menghilang setelah meremas isi hati saya menjadi kepingan kecil-kecil lalu Tuan serakkan sesuka hati, kopi beraroma rindupun Tuan tumpahkan diatasnya.
Sambil berlalu Tuan berkata:
"Tata kembali pertahananmu! Saya akan datang setelah Nona berhasil membangunnya (lagi).
AR~
Ditemani semilir angin pagi 03 Juni 2015
selamat pagi anak-anak
sudah siapkah kalian untuk belajar hari ini?
sekarang marilah kita sama-sama belajar untuk membuat
Jamu.. jamu.. jamu..jamune mas..
jamune mbak.. jamu....
ada jamu singset, ada jamu sari rapet
daaan.. ada juga jamu kuat
tegangan listrik yang mengalir pada sebuah kumparan harus disesuaikan dengan keluarannya agar tidak terjadi korsleting pada
putingku memerah saat si kecil mulai ganas menyeruput isinya
perlahan-lahan tapi pasti si kecil menggigit
kol,, sawi.. bayam..
cabe-bawang, cabe-bawang
silakan ibu yang mau
jamu..jamu.. jamu..
ada temulawak
ada kunyit asem
ada juga
puisi
puisi Aku karangan Chairil Anwar merupakan puisi yang melegenda
karyanya merupakan bukti bahwa semangat pemuda
menggigit putingku dengan giginya yang baru tumbuh
tak jarang sebagian kulitnya terkelupas lalu ditelah juga
semua komponen yang ada harus dijaga dengan baik, agar
tomat, jamur, jahe, lengkuas, semua ada
ada sayur asem, sayur sop, sayur lodeh..
silakan yang mau
jamu.. jamu..
jamune mas.. jamu...
AR~
Di dalam bis kota
sudah siapkah kalian untuk belajar hari ini?
sekarang marilah kita sama-sama belajar untuk membuat
Jamu.. jamu.. jamu..jamune mas..
jamune mbak.. jamu....
ada jamu singset, ada jamu sari rapet
daaan.. ada juga jamu kuat
tegangan listrik yang mengalir pada sebuah kumparan harus disesuaikan dengan keluarannya agar tidak terjadi korsleting pada
putingku memerah saat si kecil mulai ganas menyeruput isinya
perlahan-lahan tapi pasti si kecil menggigit
kol,, sawi.. bayam..
cabe-bawang, cabe-bawang
silakan ibu yang mau
jamu..jamu.. jamu..
ada temulawak
ada kunyit asem
ada juga
puisi
puisi Aku karangan Chairil Anwar merupakan puisi yang melegenda
karyanya merupakan bukti bahwa semangat pemuda
menggigit putingku dengan giginya yang baru tumbuh
tak jarang sebagian kulitnya terkelupas lalu ditelah juga
semua komponen yang ada harus dijaga dengan baik, agar
tomat, jamur, jahe, lengkuas, semua ada
ada sayur asem, sayur sop, sayur lodeh..
silakan yang mau
jamu.. jamu..
jamune mas.. jamu...
AR~
Di dalam bis kota
Bunga berbisik lembut pada angin
Angin sampaikan salamnya pada engku
Salam ingatkan engku akan hajat
Cita tersampaikan atas keringat dan do'a
Tuhan menghadirkan cinta-Nya.
Kini telah tiba di depan pintu gerbang
Sekali ketuk terbukalah
Bunga rampai bermekar
Aduhai, bau sekar ayu disana; dihatimu
Senyum disimpul ibunda untukmu
Ananda kecintaan
Peluk, peluklah punggungnya
air matanya sekalah
susut juga keringatnya
Selamat. Kau sudah boleh pulang.
Teruntuk sahabatku Fahmi Setiawan. yang sekejap lagi menjadi Fahmi Setiawan, S.E.
Angin sampaikan salamnya pada engku
Salam ingatkan engku akan hajat
Cita tersampaikan atas keringat dan do'a
Tuhan menghadirkan cinta-Nya.
Kini telah tiba di depan pintu gerbang
Sekali ketuk terbukalah
Bunga rampai bermekar
Aduhai, bau sekar ayu disana; dihatimu
Senyum disimpul ibunda untukmu
Ananda kecintaan
Peluk, peluklah punggungnya
air matanya sekalah
susut juga keringatnya
Selamat. Kau sudah boleh pulang.
Teruntuk sahabatku Fahmi Setiawan. yang sekejap lagi menjadi Fahmi Setiawan, S.E.
Sehelai sajak kutemukan dalam genggaman
Tergulung, dengan ujung yang melambai-lambai
Aku yakin itu milikmu, Chairil.
Perlahan, sudut mataku menelusuri namamu
aduhai.. bergolak senang hati ini rasanya
Namamu ada dalam jajarannya
Kutenggak sekaligus sajakmu,
karena aksaramu adalah bagianku, bukan yang lain
Terbuai aku dengan lembutmu
Inginku mengulangnya bersamamu
Berkuyup dengan 'Hujan Hari Ini'
AR~
Ciputat, 20 Mei 2015
Tergulung, dengan ujung yang melambai-lambai
Aku yakin itu milikmu, Chairil.
Perlahan, sudut mataku menelusuri namamu
aduhai.. bergolak senang hati ini rasanya
Namamu ada dalam jajarannya
Kutenggak sekaligus sajakmu,
karena aksaramu adalah bagianku, bukan yang lain
Terbuai aku dengan lembutmu
Inginku mengulangnya bersamamu
Berkuyup dengan 'Hujan Hari Ini'
AR~
Ciputat, 20 Mei 2015
Mari kesini abang, datang kepangkuan dengan segala sayang
Jangan ragu! karena aku menggenggam cinta setulusnya cinta yang kutahu
Tumpahkan segala yang ingin kau tumpahkan
lepaskan lelahmu dalam dekap adinda seorang. Jangan yang lain!
Karenanya adinda disini menanti kasihmu,
Kekasihku tersayang.
AR~
Ciputat, 19 Mei 2015
Jangan ragu! karena aku menggenggam cinta setulusnya cinta yang kutahu
Tumpahkan segala yang ingin kau tumpahkan
lepaskan lelahmu dalam dekap adinda seorang. Jangan yang lain!
Karenanya adinda disini menanti kasihmu,
Kekasihku tersayang.
AR~
Ciputat, 19 Mei 2015
Dan kini harumku tak lagi menyetiakanmu
Rekahku bukan lagi alasanmu untuk bertahan disisi
Maafkan rinduku membuncah pada satu waktu; Kau meninggalkan
Jika esok bauku tak selembut ini,
ragaku melayu karena lelah menyerang pertahanan.
Aku bersiap kembali pada fitrahku; kembali pada ketiadaan
Sendiri
AR~
Ciputat, 20 Mei 2015
Rekahku bukan lagi alasanmu untuk bertahan disisi
Maafkan rinduku membuncah pada satu waktu; Kau meninggalkan
Jika esok bauku tak selembut ini,
ragaku melayu karena lelah menyerang pertahanan.
Aku bersiap kembali pada fitrahku; kembali pada ketiadaan
Sendiri
AR~
Ciputat, 20 Mei 2015
Langganan:
Komentar (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact