Sabtu, 29 November 2014 0 komentar

Jatuh Hati

Dibalik tirai jendela sayup cahayanya menelisik
Mencari celah agar dapat menyapa mata terpejam
Mengulat. 
Ah aku tak ingin diusik
Sakitku telah kutitipkan pada gelap kemarin malam
Cukup sudah aku melarat.
Kemudian, dituntunnya cahaya menemui wangi
Mencarinya yang selama ini bersemayan dihati

Ciputat, 29 November 2014
AR~

0 komentar

Pulang Bertamu

Kuning senja telah berakhir kemarin lalu
Cahayanya yang hangat biasa menemani si pemilik cinta berjibaku juga berlaku
Diujung Ibu Kota ada bunda yang mengais harap pada cinta yang dilepasnya untuk menuntut ilmu
Dilepasnya cinta kala itu, 
dengan bekal kasih yang dibungkus dengan selembar ragu

Kuning senja kini telah usai, ya kuningnya melayu
Karena kuningnya kini menjadi layung keemasan, Bukan biru bukan juga ungu
Warnanya yang megah hari ini segera menjemput cinta yang sejengkal lagi usai bertamu


Ciputat, 27 November 2014
AR~

*Dibuat untuk seseorang yang tinggal sejumput waktu, segera mengenakan toga dan mengepal ijazah. Selamat :)


0 komentar

Hujan menghapus gerimis

Gerimis tak lagi manis, karena kamu sendiri menangis. 
Lakumu sungguh membuatku teriris. 
Rinaimu turun perlahan satu-satu, namun kelamaan jua berlapis. 
Jangan menangis. Karena cintaku untukmu tak akan pernah tertepis.

Ciputat, 29 November 2014
AR~
0 komentar

Pelangi

Rindu kelabu menyarang bersemayam.
Aku ingin mengubahnya agar tak lagi kelam.
Ah, memang rinduku terlunta disiang gersang, tercelup rasa yang lagi-lagi karam.
Untukmu, yang hadir kala temaram. Malam.
Ciputat, 28 Nov 2014
AR~
0 komentar

Sendiri

Biarkan sendiriku menari diantara kasih dan rinduku. Untukmu.

Ciputat, 26 Nov 2014
AR~
0 komentar

Jangan Lepas

Jangan selintas,
Karena aku tak yakin dengan cinta yang kini kuanggap pantas
Kamu. Yang kini menyita pandanganku. Kuharap jangan pernah pergi kemudian lepas.

Ciputat, 26 November 2014
AR~
Kamis, 27 November 2014 0 komentar

Cinta Tulang Ikan

Dihidangkan oleh: Anisa Rahayu, Arini Hidayah, Khusnul Chotimah, Luthfiatul Fuadah, dan Sukmawati
Cinta tulang ikan bermula dari duri transparan
yang kemudian berkomplikasi antarlain organ
Apa kau tahu?
Jika tulang ikan bersemayam di tenggorokan namanya ketulangan,
tapi jika cinta bersemayam di dalam hati namanya kecintaan
Berbicara tentang cinta tulang ikan,
apa yang harus aku maknai?
Kesederhanaan tentang ungkapan cinta namun rumit merasakannya?
Tepat
Tentang sederhana dan kerumitan yang terjadi akibat cinta tulang ikan
Cinta tulang ikan,
rasa sesederhana bunyinya, tapi perih serumit rasanya
Ah memang, cinta sederhana diungkapkan
namun tidak untuk dirasakan
Seperti tulang ikan dipiring saji
Tawar
Namun harus dihabiskan
Melelahkan
Tersedak tulang ikan mungkin sama sakitnya
saat menahan cinta yang sudah sampai ditenggorokan
hendak diucap
Sama halnya ketika sudah menenggak air banyak-banyak,
tapi tak juga hilang
Malah meradang!
Butuh nasi agar tertelan dalam-dalam
Berbicara cinta tulang ikan
Biarlah, lebih baik saya tersenggak saja oleh tulang ikan itu,
lalu tak sadarkan diri,
hingga tak mengenal lagi apa itu cinta
Cinta tulang ikan
penyebab bait-bait sajak merinai
berkisah-kasih dalam-dalam
mengenai cinta dan perasaan
Jangan berhenti bersajak anak muda
karena tulang ikan masih belum habis di piring saji
serpihannya perlu diperhatikan
untuk menemukan makna cinta.

11 Oktober 2014
 
;